Bandungseru.com – Alun-Alun Bandung dibuka kembali oleh Pemkot Bandung sejak 24 Desember 2025. Meski sudah bisa dikunjungi, jalur taktil masih mengelupas dan jadi perhatian publik.
Dilansir dari Sekitarbandungcom,
Alun-Alun Bandung Dibuka Kembali untuk Publik
Alun-Alun Bandung dibuka kembali oleh Pemerintah Kota Bandung dan kini sudah dapat dikunjungi masyarakat sejak Rabu, 24 Desember 2025. Kabar ini menjadi angin segar bagi warga Bandung dan wisatawan yang rindu menikmati ruang terbuka ikonik di jantung kota.

Pembukaan kembali Alun-Alun Bandung dilakukan setelah proses penataan ulang yang dimulai sejak Agustus 2025. Meski demikian, sejumlah catatan masih menjadi perhatian publik, salah satunya kondisi jalur taktil bagi penyandang disabilitas yang terlihat belum sepenuhnya optimal.

Informasi pembukaan ini dikonfirmasi langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadianty. Ia menegaskan bahwa tidak ada perubahan konsep besar pada kawasan Alun-Alun Bandung.
Penataan Fasilitas Tanpa Mengubah Ikon Utama
Menurut Yuli, Alun-Alun Bandung dibuka kembali dengan tetap mempertahankan rumput sintetis yang sudah menjadi ciri khas kawasan tersebut. Penataan yang dilakukan lebih difokuskan pada fasilitas pendukung agar area alun-alun tetap nyaman dan aman.
Beberapa fasilitas yang ditata ulang meliputi pagar pembatas, jalur masuk bagi penyandang disabilitas, sistem drainase, serta area duduk bagi pengunjung. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi ruang publik tanpa menghilangkan karakter utama alun-alun.
Dengan dibukanya kembali kawasan ini, aktivitas masyarakat mulai terlihat kembali ramai, terutama pada sore hingga menjelang malam hari.
Jalur Taktil Masih Mengelupas Jadi Sorotan
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 29 Desember 2025, jalur taktil di sejumlah titik Alun-Alun Bandung terlihat masih mengalami pengelupasan. Lem pada jalur pemandu tersebut tampak terlepas dan berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna.

Kondisi ini diduga disebabkan oleh paparan panas matahari dan hujan yang terjadi secara terus-menerus. Jalur taktil sendiri merupakan fasilitas penting bagi penyandang disabilitas netra untuk dapat beraktivitas secara mandiri di ruang publik.
Masyarakat berharap Pemkot Bandung dapat segera melakukan perbaikan agar seluruh fasilitas di Alun-Alun Bandung dapat digunakan secara optimal oleh semua kalangan.
Revitalisasi Rp4 Miliar dan Jam Operasional Dibatasi
Diketahui, revitalisasi Alun-Alun Bandung menelan anggaran sebesar Rp4 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bandung. Proyek tersebut dimulai sejak 11 Agustus 2025 dan hingga kini masih dalam tahap penyempurnaan.
Untuk sementara, jam operasional Alun-Alun Bandung dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama proses serah terima infrastruktur belum sepenuhnya rampung.
Beberapa area di sekitar alun-alun juga masih dijaga ketat oleh petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ajakan Jaga Ketertiban dan Fasilitas Alun-Alun Bandung
Dengan Alun-Alun Bandung dibuka kembali, Pemkot Bandung mengajak seluruh warga Bandung dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan fasilitas yang ada. Ruang publik ini diharapkan bisa menjadi tempat rekreasi yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.
Pengunjung diimbau untuk tidak merusak fasilitas, menjaga kebersihan, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar Alun-Alun Bandung tetap terawat dan bisa dinikmati dalam jangka panjang.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci terciptanya Alun-Alun Bandung yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi Kota Bandung.
Temukan informasi seru di Bandung, selalu kunjungi website www.bandungseru.com












