Playground of Sunda Kelapa Angkat Budaya Betawi

Playground of Sunda Kelapa kembali digelar Sekolah Cikal pada 2026 dengan mengangkat budaya Betawi, pesan terhubung tanpa gawai, serta pertunjukan seni di Bandung, Surabaya, dan Jakarta.

Bandungseru.com – Sekolah Cikal kembali menghadirkan Playground of Sunda Kelapa sebagai selebrasi pembelajaran murid yang memadukan seni, budaya, dan refleksi kehidupan modern. Tahun 2026, acara tahunan ini mengangkat budaya Betawi sebagai tema utama dan akan digelar di Bandung, Surabaya, serta Jakarta.

Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi
Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi

Head of School Cikal, Tari Sandjojo, menjelaskan bahwa tajuk Playground of Sunda Kelapa terinspirasi dari sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi salah satu pusat interaksi budaya tertua di Nusantara.
Menurutnya, pelabuhan tersebut bukan hanya tempat perdagangan, tetapi juga ruang bertemunya manusia dari berbagai latar budaya jauh sebelum hadirnya internet dan gawai seperti saat ini.
“Playground of Sunda Kelapa terinspirasi dari sejarah pelabuhan Sunda Kelapa yang sejatinya dikenal menjadi ruang temu dan awal mula dari interaksi manusia dan keberagaman budaya sebelum adanya gawai dan internet masa kini,” ujar Tari dalam keterangannya.

Baca Juga  Persib Bandung Kembali ke Puncak Usai Bungkam Bhayangkara

Ia menambahkan, komoditas kelapa pada masa itu menjadi simbol penting aktivitas perdagangan di kawasan yang pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda.
Tak hanya mengangkat sisi sejarah, Playground of Sunda Kelapa juga membawa pesan sosial yang relevan dengan kehidupan modern. Sekolah Cikal menyisipkan kampanye “Terhubung secara Offline” sebagai ajakan untuk memperbanyak interaksi nyata tanpa terlalu bergantung pada perangkat digital.

Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi
Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi

Pesan tersebut sejalan dengan inisiatif “Unplugged” yang tengah dijalankan Sekolah Cikal. Dalam program itu, murid dibiasakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan lebih aktif membangun hubungan sosial secara langsung.
“Hal yang penting diketahui adalah merefleksikan sejarah dan narasi kisah lampau bermakna tentang titik pertemuan di pelabuhan. Playground of Sunda Kelapa kami hadirkan juga dengan pesan bermakna terhubung secara offline,” jelasnya.

Dalam gelaran tahun ini, Sekolah Cikal juga memperkenalkan dua pertunjukan utama bertajuk “Keroncong Chaos” dan “The Last Opelet” atau “Opelet Terakhir”. Kedua cerita tersebut mengambil latar masa depan tahun 2055 dengan sentuhan budaya Betawi yang tetap hidup di tengah perkembangan teknologi.
Keroncong Chaos bercerita tentang Jakarta masa depan yang berubah menjadi kota modern homogen dan kehilangan identitas lokalnya. Dalam cerita itu, pemerintah menerapkan aturan ketat bernama “Keaslian Budaya” yang melarang modernisasi musik tradisional, termasuk keroncong.

Baca Juga  Bandung Zoo Diserbu Pengunjung, 5 Fakta Hari Terakhir Libur Panjang di Kota Bandung

Di tengah situasi tersebut, empat remaja membentuk band bernama KERONCONG CHAOS yang menggabungkan musik keroncong dengan unsur elektronik modern. Pertunjukan itu menjadi simbol dialog antara tradisi dan inovasi.
Cerita tersebut membawa pesan bahwa tradisi tidak seharusnya berhenti berkembang. Sebaliknya, budaya dapat tetap hidup dengan menyesuaikan diri terhadap zaman tanpa kehilangan makna utamanya.
Sementara itu, Opelet Terakhir mengisahkan seorang murid SMP yang menemukan kembali oplet tua milik kakeknya. Kendaraan tersebut kemudian diubah menjadi museum berjalan sekaligus ruang bermain yang mengajak anak-anak menikmati kebersamaan tanpa distraksi teknologi.

Namun perjalanan itu tidak mudah karena hadirnya tekanan sosial dan ketergantungan terhadap teknologi di lingkungan sekitar. Kisah tersebut menggambarkan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia di tengah dunia yang semakin serba digital.
Playground of Sunda Kelapa akan digelar di tiga kota berbeda sepanjang Mei hingga Juni 2026. Di Surabaya, acara berlangsung pada 9 Mei 2026 di Gedung Balai Pemuda Surabaya.
Sementara di Bandung, Playground of Sunda Kelapa digelar pada 16 Mei 2026 di Arntz-Geise Hall PPAG Universitas Katolik Parahyangan, Kota Bandung.

Baca Juga  Lapangan Supratman Bandung 7 Fakta Usai Disulap Jadi Taman Modern Gratis
Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi
Playground of Sunda Kelapa 2026 di Sekolah Cikal mengangkat budaya Betawi

Adapun untuk wilayah Jakarta, acara akan berlangsung pada 4 hingga 6 Juni 2026 di Ciputra Artpreneur dan melibatkan beberapa unit Sekolah Cikal seperti Lebak Bulus, Kemang, Amri Setu, serta Serpong.

Temukan informasi seru di Bandung, selalu kunjungi website www.bandungseru.com⁠

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *