Dedi Mulyadi minta Bandung berbenah total dengan fokus sampah, macet, PJU, dan tata kota demi wajah kota lebih modern dan bersih.
Bandungseru.com – Dedi Mulyadi minta Bandung berbenah total menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang tegas kepada Pemerintah Kota Bandung untuk segera melakukan langkah konkret memperbaiki wajah kota. Ia menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh agar Bandung tampil lebih bersih, tertata, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menilai berbagai persoalan klasik masih membayangi Bandung. Mulai dari penanganan sampah yang belum optimal, kemacetan lalu lintas, hingga tata kota yang dinilai belum sepenuhnya rapi dan modern. Kondisi ini, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ia pun mendorong agar Pemkot Bandung bergerak cepat dengan perencanaan matang dan implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, pembenahan kota tidak cukup hanya dengan wacana, tetapi harus disertai langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama adalah penanganan sampah terintegrasi. Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, termasuk edukasi masyarakat, optimalisasi tempat pengolahan, serta pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi penerangan jalan umum atau PJU yang dinilai masih belum merata. Penerangan yang baik, kata dia, tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam aspek keamanan, Dedi Mulyadi mendorong penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi. Ia menilai penggunaan kamera pengawas dan sistem digital lainnya dapat membantu menciptakan rasa aman sekaligus menekan angka kriminalitas di kawasan perkotaan.
Persoalan drainase juga tak luput dari perhatian. Ia meminta Pemkot Bandung melakukan perbaikan sistem saluran air guna mengantisipasi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Penataan drainase yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam pembangunan kota modern.
Tak hanya itu, penataan kawasan kota juga menjadi prioritas. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya estetika kota, termasuk penataan ruang publik, trotoar, dan kawasan hijau agar Bandung semakin nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Masalah kemacetan juga menjadi perhatian serius. Ia mendorong solusi berbasis sistem transportasi terintegrasi serta pengaturan lalu lintas yang lebih efektif. Digitalisasi lampu lalu lintas dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan macet.
Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem lalu lintas yang lebih adaptif terhadap kondisi jalan secara real time. Dengan begitu, arus kendaraan dapat diatur lebih efisien dan waktu tempuh masyarakat bisa ditekan.
Sejumlah pengamat tata kota menilai arahan Dedi Mulyadi tersebut relevan dengan kebutuhan Bandung saat ini. Kota besar seperti Bandung memang dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan urbanisasi yang semakin kompleks.
Sebagai referensi, konsep penataan kota modern juga telah banyak diterapkan di berbagai kota dunia dengan pendekatan teknologi dan keberlanjutan, seperti yang dibahas dalam laporan oleh media internasional.
Dengan berbagai catatan tersebut, dorongan agar Bandung berbenah total menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan percepatan pembangunan. Harapannya, Bandung dapat kembali dikenal sebagai kota yang bersih, nyaman, dan berdaya saing tinggi.
Temukan informasi seru di Bandung, selalu kunjungi website www.bandungseru.com












