Sejarah Masjid Al-Ukhuwwah dari Rumah Setan hingga Megah Kini

Sejarah Masjid Al-Ukhuwwah mengungkap kisah bangunan lama yang dahulu disebut rumah setan sebelum berubah menjadi masjid megah di Bandung.

Bandungseru.com – Sejarah Masjid Al-Ukhuwwah kembali menarik perhatian publik setelah kisah masa lalunya yang kelam kembali dibicarakan warga Bandung. Bangunan yang saat ini berdiri megah di kawasan Wastukencana itu ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya menjadi masjid yang dikenal nyaman dan ramai dipakai untuk kegiatan keagamaan, termasuk program Pengajian Reboan milik Pemerintah Kota Bandung.

sejarah masjid al-ukhuwah bangunan bersejarah bandung
sejarah masjid al-ukhuwwah bangunan bersejarah bandung

Bagi warga yang sering melintas di sekitar area Balai Kota Bandung, keberadaan Masjid Al-Ukhuwwah tentu bukan sesuatu yang asing. Keindahan arsitektur dan lokasinya yang strategis membuat masjid ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum beralih fungsi menjadi tempat ibadah umat Islam, lahan ini memiliki reputasi menyeramkan pada masa kolonial.

Pada akhir abad ke-19, bangunan tersebut dikenal sebagai Loge Sint Jan, sebuah loji yang menjadi pusat aktivitas kaum Vrijmetselarij atau freemasonry di Hindia Belanda. Catatan pegiat sejarah dari Komunitas Aleut, M Ryzki Wiryawan, mengungkap bahwa Loge Sint Jan berdiri sejak 1896 dan menjadi loji ke-13 di wilayah jajahan Belanda saat itu. Gedung ini bahkan dijuluki “rumah setan” oleh masyarakat sekitar karena adanya berbagai ritual asing yang dianggap aneh dan menakutkan.

Baca Juga  Monumen Pahlawan COVID-19 Bandung Jadi Simbol Perjuangan

Meski reputasinya terdengar kelam, aktivitas di dalam Loge Sint Jan tidak sepenuhnya negatif. Para anggota freemasonry tercatat pernah membuka perpustakaan De Openbare Bibliotheek van Bandoeng, yang kerap menjadi rujukan bacaan kaum intelektual pada masanya. Dari perpustakaan inilah Soekarno saat menjalani masa penahanan di Banceuy mendapatkan berbagai literatur penting yang digunakan untuk menyusun pledoi bersejarah Indonesia Menggugat.

Kegiatan lain yang dilakukan organisasi tersebut juga terbilang progresif. Mereka pernah menyelenggarakan program Pro Juventute untuk membina remaja yang dianggap nakal, memberi kredit ringan kepada masyarakat guna memerangi praktik rentenir, hingga mendirikan Bandoengsche Schoolvereniging yang membawahi sejumlah sekolah dasar, sekolah menengah, dan taman kanak-kanak di Bandung. Bahkan mereka turut berkontribusi dalam pendirian lembaga pendidikan bagi penyandang tuna netra di kota ini.

Baca Juga  Kirab Budaya Bandung Malam Minggu, Polisi Siagakan 700 Personel

Namun keberadaan Loge Sint Jan akhirnya berakhir pada 1960. Tidak ada catatan resmi mengenai alasan pembongkarannya. Meski begitu, situs resmi Pemerintah Kecamatan Sumur Bandung menyebut bahwa langkah itu berkaitan dengan pelarangan organisasi Loge Agung Indonesia dan kelompok lain yang dianggap mengikuti ajaran freemason. Setelah loji tersebut diratakan, sebuah bangunan baru bernama Graha Pancasila didirikan di atas lahan yang sama.

Graha Pancasila memiliki tampilan fisik yang berbeda dari bangunan pendahulunya. Jika Loge Sint Jan tampak melebar ke samping, maka Graha Pancasila justru memanjang ke belakang sehingga area parkir menjadi lebih sempit dibandingkan masa bangunan lama. Sayangnya, gedung ini juga tidak bertahan lama dan kemudian dibongkar untuk memberi ruang bagi pembangunan Masjid Al-Ukhuwwah yang berdiri hingga kini.

Masjid Al-Ukhuwwah mulai digunakan sejak 1998 dan berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Kota Bandung. Sejak berdiri, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga ruang bagi kegiatan sosial, edukasi, dan pengajian rutin yang diikuti masyarakat lintas kalangan. Transformasi dari bangunan kolonial penuh misteri menjadi masjid yang ramah dan terbuka menjadikan kawasan ini memiliki lapisan sejarah yang unik.

Baca Juga  Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Dikeroyok di Cihampelas
sejarah masjid al-ukhuwah bangunan bersejarah bandung
sejarah masjid al-ukhuwwah bangunan bersejarah bandung

Perjalanan panjang lahan ini menunjukkan bagaimana Bandung terus berubah dari masa ke masa. Dari sebuah bangunan yang dianggap angker, kemudian menjadi pusat aktivitas sosial, hingga akhirnya menjadi masjid yang indah, sejarahnya memperkaya identitas kota dan menjadi bagian dari warisan budaya yang patut diketahui masyarakat.

Untuk informasi sejarah tambahan, Anda dapat membaca referensi terpercaya melalui artikel di Ayo Bandung

Temukan informasi seru di Bandung, selalu kunjungi website www.bandungseru.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *