PSEL Sarimukti Disepakati, Bandung Olah 800 Ton Sampah

PSEL Sarimukti disepakati sebagai solusi pengolahan sampah regional Bandung Raya yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

Bandungseru.com – Pemerintah Kota Bandung resmi menyepakati pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah regional. Kesepakatan ini melibatkan wilayah Bandung Raya, serta Kabupaten Cianjur dan Purwakarta.

PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Humas Bandung)
PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Humas Bandung)

Penandatanganan kerja sama dilakukan di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung pada Rabu, 15 April 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Selain kesepakatan PSEL Sarimukti, kegiatan Musrenbang juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Sinergi Pembiayaan Kesehatan dan forum High Level Meeting yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk mengelola sekitar 800 ton sampah per hari melalui skema PSEL Sarimukti. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antar daerah dalam menangani persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
“Ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi persoalan sampah secara regional,” ujar Farhan.

Baca Juga  Museum Sri Baduga, Jejak Sejarah dan Budaya Jawa Barat
PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Bandung.go.id)
PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Bandung.go.id)

Ia menjelaskan, PSEL Sarimukti bukan sekadar sistem pengolahan sampah biasa. Teknologi ini memungkinkan sampah diolah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menghadirkan nilai tambah dalam sektor energi.

Farhan menilai, kebutuhan energi di masa depan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan energi alternatif seperti PSEL Sarimukti menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan energi.
“Selama kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, konsumsi energi per kapita pasti meningkat. Dengan suplai yang cukup, harga energi bisa lebih efisien bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya forum Musrenbang sebagai wadah sinkronisasi kebijakan antar level pemerintahan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci keberhasilan berbagai program pembangunan, termasuk proyek PSEL Sarimukti.
“Semua program pemerintah wajib disinkronkan, mulai dari aturan, program, hingga strategi pelaksanaannya,” jelasnya.

Baca Juga  Alun-Alun Cicendo di 2026 Kondisinya Memprihatinkan

Namun, Farhan juga mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan utama adalah persoalan kewenangan lintas sektor yang sering kali menghambat percepatan pembangunan.
Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang kerap melibatkan berbagai level pemerintahan. Dalam kondisi tertentu, diperlukan terobosan kebijakan agar proyek tetap bisa berjalan meski regulasi belum sepenuhnya tersedia.
“Kadang ada hal yang harus tetap dijalankan meskipun regulasinya belum lengkap. Ini membutuhkan keberanian dan inovasi dalam kebijakan,” ungkapnya.

Pengembangan PSEL Sarimukti diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi krisis sampah di wilayah Bandung Raya. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, proyek ini juga berpotensi menghasilkan energi yang ramah lingkungan.

Baca Juga  DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Kurban 2026
PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Diskominfo Bandung)
PSEL Sarimukti Bandung mengolah sampah jadi energi listrik (Foto/Diskominfo Bandung)

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta pengurangan emisi karbon. Dengan memanfaatkan teknologi pengolahan modern, sampah yang sebelumnya menjadi masalah kini dapat diubah menjadi sumber daya bernilai.

Informasi terkait program pembangunan lainnya dapat diakses di Jabarprov Ke depan, implementasi PSEL Sarimukti akan menjadi salah satu indikator keberhasilan kolaborasi lintas daerah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus mendorong ketahanan energi.

Temukan informasi seru di Bandung, selalu kunjungi website www.bandungseru.com⁠

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *